Analisis Penurunan Harga Bijih Besi di Pasar China
Harga bijih besi telah mengalami penurunan baru-baru ini, yang sebagian besar dikaitkan dengan harapan yang berkurang terhadap langkah-langkah stimulus ekonomi di China, konsumen terbesar di dunia untuk komoditas tersebut. Di Bursa Singapura, kontrak berjangka bijih besi Januari turun 2,06% menjadi $133,3 per metrik ton. Demikian pula, bijih besi Mei yang paling banyak diperdagangkan di Bursa Komoditas Dalian China ditutup 1,35% lebih rendah pada 948 yuan ($131,94) per ton. Penurunan ini mencerminkan kekecewaan pasar karena para pembuat kebijakan China tidak mengumumkan inisiatif stimulus yang signifikan selama pertemuan ekonomi kunci. Antisipasi umum tentang dukungan ekonomi sebelumnya telah mendorong kenaikan harga.
Analisis dari bank ANZ mencatat kekecewaan pasar karena absennya pengumuman stimulus yang substansial. Chu Xinli, seorang analis berbasis di Shanghai di China Futures, menyebutkan bahwa koreksi harga ini sudah diharapkan setelah periode kenaikan harga yang didorong oleh harapan stimulus yang tinggi. Sementara itu, produsen baja lebih memilih muatan di pelabuhan daripada muatan laut yang lebih mahal, yang berkontribusi pada penurunan tajam dalam patokan Singapura. Selain itu, komponen pembuatan baja lainnya seperti batu bara kokas dan kokas di Bursa Komoditas Dalian mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,72% dan 2,96%. Patokan baja di Bursa Komoditas Shanghai juga turun di berbagai kategori, termasuk rebar, coil panas, dan batang kawat, karena biaya turun dan permintaan melambat setelah gelombang dingin mengganggu aktivitas konstruksi di utara China. Sebaliknya, baja tahan karat mengalami kenaikan marginal sebesar 0,52%. Source: Reuters (Reporting by Amy Lv and Dominique Patton)
0 Comments
Leave a Reply. |
AuthorKumpulan berita industri Archives
December 2023
Categories |

RSS Feed